Universitas Lampung
http://www.unila.ac.id/berita/berita-depan/unila-kembangkan-teknologi-uav.html
Sample Image(Unila): Berawal dari hobi layang-layang yang dikembangkan Ir. Anshori Djausal, MT (Pembantu Rektor IV Unila) yang kemudian dilanjutkan oleh M. Komarudin,S.T, M.T dengan foto udara menggunakan pesawat udara bersayap layang-layang, akhirnya berhasil memenangkan juara pertama Lomba Penelitian dan Pengembangan Teknologi Terapan Kota Bandarlampung tahun 2007 pada kategori peneliti. Kini laboratorium digital elektro Fakultas Teknik mengembangkan teknik pemotretan baru dengan menggunakan pesawat aeromodelling dengan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Wahana Udara Tanpa Awak.
Kepala Laboratorium Digital Elektro Fakultas Teknik, Mona Arif Muda, S.T, M.T mengatakan bahwa pengembangan program ini selain didasari oleh pengembangan teknologi layang-layang yang juga merupakan hasil dari usaha para rektor se-Indonesia untuk meningkatkan anggaran. Anggaran tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan serta dilakukan melalui pembuatan pusat-pusat unggulan.
“Untuk Unila sendiri, program ini dibagi dua jenis. Pertama, energi terbarukan seperti biomassa yang dikerjakan oleh Fakultas Pertanian dan FMIPA. Kedua, ilmu dan teknologi dasar yang dalam hal ini dikerjakan oleh Fakultas Teknik dengan fokus robotika dan otomasi,” ujarnya.
Menurut rencana program ini dibagi menjadi beberapa isu sehubungan dengan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam bidang pendidikan dan penelitian yaitu dalam bentuk melengkapi peralatan untuk praktikum, serta mendukung penelitian-penelitian dari sivitas akademika baik dari dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pengabdian masyarakat akan diwujudkan kedalam bentuk pengembangan UAV yang berfokus kepada bidang agroindustri.
Ditanya mengenai alasan kenapa Unila berfokus kepada UAV pada bidang agroindustri, Mona Arif Muda menjelaskan ide dasarnya bahwa daerah Lampung merupakan daerah agroindustri terbesar dan unik. Sebab Lampung memiliki perkebunan-perkebunan besar seperti tebu, nanas, jagung serta kopi.
“Nantinya fokus kita akan bergerak di bidang agroindustri. Jadi pesawat dan helikopter yang kita miliki akan dilengkapi dengan teknologi remote sensing yang berguna untuk indentifikasi tanaman dengan cepat (rapid identification). Hal ini akan sangat berguna untuk mengetahui tingkat kesuburan tanaman atau bahkan penyakit tanaman dengan cepat, tepat dan efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mendukung hal tersebut disediakan peralatan yang dikhususkan kepada aeromodelling di Laboratorium Digital Elektro Fakultas Teknik, seperti enam buah pesawat serta tujuh buah helikopter yang akan diresmikan peluncurannya pada februari mendatang. [redha/andhi]